Program Literasi
  1. GSMB (gerakan sekolah menulis buku) siswa dan guru
  • Siswa mampu menghasilkan 1 karya antologi cerpen/puisi/pantun/komik.
  • Dilaksanakan pada Bulan Bahasa setiap bulan Oktober khusus siswa kelas 6.  
  • Dilaksanakan pada semester 2 untuk kelas 3, 4 dan 5.
  1. GELIS (gerakan literasi sekolah)
  • Membiasakan siswa berliterasi 30 menit sebelum pembelajaran dimulai menggunakan buku pojok baca.
  • Siswa menuliskan pesan/amanat pada daun literasi yang akan ditempel pada pohon literasi.
  • Dilakukan pada pekan ke-1 dan ke-2
  1. JUMPA (Jumat Berkunjung Penuh Cerita )
  • Kelas berkunjung ke perpustakaan secara bergantian setiap hari Jumat pada pukul 06.45-07.15.
  1. BETA CERIA ( berani bercerita berani berkarya)
  • Membiasakan anak membaca cepat dan berani menyampaikan pendapat berdasarkan topik bacaan.
  • Dilakukan pada pekan ke-3 dan 4
  1. E-library
  • Membiasakan siswa membaca buku digital E-Library setiap akhir pekan. 
  • Siswa memberikan tanggapan atau ulasan singkat terhadap buku yang telah dibaca sebagai bentuk refleksi literasi.
  • Pemberian apresiasi setiap bulan kepada siswa yang aktif membaca dan berpartisipasi dalam kegiatan E-Library
  1. PELITA (Pembinaan Literasi Berprestasi)
  • Melakukan  pembinaan pada siswa berprestasi literasi tingkat kabupaten, provinsi, dan nasional.
  1. JELITA (Jejak Literasi Anak)
  • Membiasakan siswa membaca buku setiap saat, kemudian menulis pada jurnal membaca yang ada di kelas.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait